Kulihat sembab matanya
Menahan duka dan lara
Kusangka ia menangis ‘kan getirnya hidup
Yang kian hari asa seolah meredup
Ternyata,
Ia menangisi dirinya yang belum kunjung sempurna
Menjadi pendamping suami dan sandaran putri-putrinya
Oh, sungguh kau berhati suci
Hati wanita yang semakin langka di kian hari
Istriku, sayangku
Kau sudah lebih dari mauku
Ketulusanmu, peluh kerja kerasmu, kesabaranmu
Mendampingiku, merawat anak-anakku
Istriku,
Ku amat mencintaimu apa adanya
Karna ku berharap engkaupun menerimaku apa adanya
Aku kan slalu disisimu
Merajut hari meniti waktu
Menyongsong hari yang sangat indah dan penuh nikmat
Lebih indah dari yang pernah kita lihat
Surga yang penuh pesona
Amin.
Rabu, 11 Maret 2009
aIR maTa sUrga
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar