
Apa jadinya kalau kamu ditonton sama TV? Yang jelas, malu dong! Apalagi yang suka menomorsatukan "imej". Mau bilang apa, toh itu kenyataan terdekat yang sering membungkus kehidupanmu. Dari pagi sampe pagi lagi, kamu pasti tidak bisa meninggalkan TV. Bukankah itu namanya sudah lengket dengan TV? Jangan sampe deh, prinsip kamu terkalahkan olehnya, apalagi sampe dituntunnya!
Nah, untuk meneguhkan dan mengalahkan itu, sekarang ada buku yang ngepas banget buat kamu yang hobi nonton TV. Buku ini ngebantu kamu nyari acara yang cocok, dan membuang acara yang nggak pas. Gimana, kamu setuju?
Selasa, 31 Maret 2009
Berani Nolak TV?!
Diposting oleh aNiTa Novianti Elfikriah di 21.39 0 komentar
Label: buku baRu
The Secret for Teens: Mengungkap Segala Rahasia Hidup

“Membuat kamu dapat memahami bagaimana rahasia hidup itu bisa dilihat.”
--Sabil el-Ma’rufie, Penulis bestseller Dahsyatnya Shalat Dhuha
... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui
(QS. Al-Baqarah [2]: 216)
Ada banyak rahasia dalam hidup ini. Dan tentu kamu ingin tahu semua rahasia yang pernah dan akan menyapamu. The Secret for Teens merupakan sejumlah cara yang bisa membongkar rahasia hidup yang kamu lakoni. Carilah dan temukanlah rahasia-rahasia itu!
Dalam buku ini kamu akan menemukan sejumlah cara bagaimana membongkar:
-rahasia dikabulkannya sebuah doa,
-rahasia kehidupan,
-rahasia meraih kesuksesan,
-rhasia tabarruk; dan
-rahasia mendapatkan rezeki.
Dengan gaya khasnya, Bambang Q-Anees telah berhasil menggabungkan rahasia yang tersaji dalam buku The Secret sehingga mudah untuk dibaca para remaja.
Diposting oleh aNiTa Novianti Elfikriah di 21.28 0 komentar
Label: buku baRu
Rabu, 18 Maret 2009
MA YAN

Lahir di sebuah desa terpencil di Zhangjiashu, Ma Yan adalah seorang gadis perempuan yang unik. Di desa yang sebagian perempuannya menikah muda, serta kesempatan besar untuk bersekolah hanyalah hak istimewa anak laki-laki, tidak membuat surut semangat Ma Yan untuk sekolah. Namun, betapa hancur hati Ma Yan ketika suatu sore ibunya berbicara dengan isak tangis bahwa sekuat apa pun sang ibu membiayai Ma Yan, tampaknya gurat nasib Ma Yan akan seperti yang digariskan untuk perempuan-perempuan miskin di desanya: tidak berpendidikan dan menikah muda.
Dengan hati pedih Ma Yan protes kepada ibunya.
“Ma, mengapa harus aku yang berhenti sekolah, Ma?”
“Mengapa kedua adik laki-lakiku bisa meneruskan sekolah sedangkan aku tidak?!”
Pedih hati Ma Yan. Lebih pedih lagi dia merasa mimpinya untuk meraih pendidikan akan segera menguap—dan satu-satunya hal yang menghalangi harapan dan kenyataan adalah keterbatasan biaya. Di daerah Zhangjiashu yang miskin dan terbelakang sebagian besar keluarga hanya memiliki pendapatan US$ 15 setahun. Dengan penghasilan seminimal ini, pendidikan adalah mimpi bagi sebagian besar penduduk.
Namun Ma Yan bukanlah gadis yang mudah menyerah. Dia rela berjalan 5 jam di tengah hantaman musim dingin menempuh jalan panjang ke sekolah. Kakinya bengkak, badannya letih, namun hatinya tetap hangat dengan harapan. Sekolah adalah api yang menyalakan mimpi-mimpinya. Pernah suatu ketika, Ma Yan harus menghapus jadwal makan siangnya selama 15 hari hanya untuk membeli sebuah pena. Betapa besar pengorbanan Ma Yan, tapi betapa kuat tekadnya untuk tidak dimangsa nasib yang setiap saat bisa menghempaskan fondasi ekonomi keluarganya yang rapuh.
Namun, setiap kali Ma Yan terjerembap dalam kesulitan, buku harianlah obat penawarnya. Dengan penuh perasaan, Ma Yan menulis.
“Pada waktu kami bersiap pulang usai makan siang, cuaca terasa sangat dingin. Ditambah lagi hujan turun. Anak-anak perempuan asrama pulang dengan menumpang traktor. Hanya aku dan adikku, serta satu orang teman akan berjalan kaki.”
“Pagi ini setelah pelajaran usai, aku pergi ke pasar di Yuwang bersama dua teman. Di sana kami melihat banyak orang yang jauh berbeda dengan kami. Satu orang hanya memiliki sebelah kaki, yang lain kehilangan salah satu telapak kakinya. Bahkan, ada yang buta.
“Aku sempat mengira takkan mampu bertahan di sekolah. Dan, hari ini aku berjumpa seorang laki-laki yang buta. Orang buta saja bisa tetap hidup, jadi kenapa aku tidak melakukan hal yang sama?
“Kemampuanku harus bertambah lebih baik dan lebih baik lagi, juga berada di depan semua siswa sekolah.”
“Ibu yang mendorong aku sehingga bisa kembali ke sekolah. Aku harus terus bersekolah agar bisa masuk ke universitas dan mendapatkan pekerjaan yang hebat. Kemudian, Ibu akan memiliki kehidupan yang bahagia. Aku ingin ibuku hidup bahagia di masa kedua kehidupannya.”
Novel ini diangkat dari kisah nyata Ma Yan yang jurnal hariannya pernah diterbitkan ke dalam bahasa Prancis. Dari bahan tulisan yang berserak dan berita-berita sekitar kehidupan Ma Yan, utamanya buku harian Ma Yan, Sanie B. Kuncoro, novelis dan pemenang beberapa sayembara novel, cerpen, dan novelet, menuliskannya kembali dengan apik dalam bentuk novel dengan penuh perasaan dan meremas emosi. Perasaan Anda akan meleleh membaca paragraf demi paragrafnya. Akan tetapi jauh di dalam, hati anda terasa hangat dan merasakan berkah besar hidup yang selama ini sering kali diabaikan.
Diposting oleh aNiTa Novianti Elfikriah di 22.58 0 komentar
Label: buku baRu
Selasa, 17 Maret 2009
Kanker Nasofaring Minim Gejala, Sulit Dideteksi
KANKER nasofaring adalah salah satu jenis penyakit mematikan yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia. Waspadalah, karena kanker tersebut minim gejala dan tumbuh di tempat yang sulit terdeteksi.
Mengapa sulit terdeteksi? Sebab, kanker nasofaring biasanya tumbuh di rongga belakang hidung, atau di belakang langit-langit rongga mulut. Menurut Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit Kanker Dharmais dr Budianto Komari, KSMF, pasien kanker nasofaring terdeteksi dalam keadaan stadium lanjut.
"Hal tersebut terjadi karena letak kanker tersembunyi sehingga kadang sulit di deteksi. Kanker itu tumbuh di dinding samping nasofaring, di tempat yang tersembunyi sehingga tidak mudah dilihat dengan pemeriksaan. Selain itu, pasien tidak merasa mengeluh sakit terhadap benjolan yang timbul," ujar Budi, sapaan akrab dari dr Budianto.
Diposting oleh aNiTa Novianti Elfikriah di 22.07 0 komentar
Label: kEseHataN
Berita Caleg 2009

Cari Simpati, Caleg Gelar Lomba Pancing Lele
Liputan6.com, Bandar Lampung: Ernita, calon anggota legislatif dari Partai Demokrat untuk daerah Bandar Lampung, Lampung, baru-baru ini, mengadakan lomba memancing bagi warga. Kegiatan tersebut dilakukannya guna menarik simpati masyarakat agar memilih caleg nomor urut lima ini.
Puluhan kilogram ikan lele ditabur di Sungai Benda. Ernita pun berbaur dengan warga berusaha menangkap lele-lele berpatil. Cara ini sengaja digunakannya karena aturan kampanye amat ketat. Harapan Ernita cuma satu, dipilih masyarakat.
Aksi Enita pun membuahkan hasil. Warga yang berdatangan sangat terhibur dan langsung ikut serta dalam lomba. Sebagai imbalan bagi pemenang, Ernita menyediakan berbagai hadiah menarik.(OMI/Bisri Merduani dan Asep Saefulloh)
Diposting oleh aNiTa Novianti Elfikriah di 20.07 0 komentar
Label: beRita
Senin, 16 Maret 2009
Syair Hubairah ibnu Abi Wahb al-Makhzumi
Orang-orang bertikai karena suatu perkara
Sengsaralah mereka setelah sebelumnya bahagia
saling membenci setelah saling mencinta
permusuhan menyulut api, menyala
Ketika pertikaian semakin menjadi
dan tak ada pilihan lagi selain mencabut belati
kami serahkan keputusan kepada seorang lelaki
yang masuk pertama kali
tanpa rekayasa atau janji
Kami terkejut melihat Muhammad,
lelaki tepercaya
kami katakan,
“ Kami rela engkau yang putuskan perkara ini,
wahai Muhammad,leleki tepercaya”
Diposting oleh aNiTa Novianti Elfikriah di 22.42 0 komentar
Label: PuiSi
Rabu, 11 Maret 2009
Asa, Malaikat Mungilku
Mahar Cintaku
Kau bentangkan kesempurnaan-Mu
Mewujud dalam hidangan Cinta untukku
Kau bingkai dengan kepastian sumpah-janji-Mu
Bukan aku hendak mengingkari
Hanya ragu untuk menyambut
Mungkin aku merasa tak mampu
Menerima belaian lembut
Keagungan niat-Mu
Namun, embusan cinta-Mu
Manabrak dahsyat bimbangku
Lebur sifat manusiawiku
Runtuh ragu dan bimbang
Aku bersyukur segera sadar diri
Tanpa Cinta-Mu
Mustahil kokoh keimananku
Tak akan juga tegak syariatku
Kini, terimalah mahar cintaku
Berupa rukuk dan sujud hanya untuk-Mu
Permohonanku sibakkan tirai penghijab-Mu
Agar aku bisa musyahadah atas ridha-Mu
Diposting oleh aNiTa Novianti Elfikriah di 22.07 0 komentar
Label: PuiSi
